Malam Menyayat Hati Robin van Persie Saksikan Putranya Cedera Parah

Bagikan

Malam itu seharusnya menjadi momen penting bagi Shaqueel van Persie, putra legenda Arsenal dan Manchester United, Robin van Persie. Feyenoord bertanding melawan Real Betis di UEFA Europa League, dan Shaqueel mendapat kesempatan bermain sebagai pemain pengganti.

Malam Menyayat Hati Robin van Persie Saksikan Putranya Cedera Parah

Segera setelah masuk pada menit ke-73, Shaqueel menunjukkan kualitasnya dengan memberikan assist penting untuk gol Casper Tengstedt, membawa Feyenoord unggul 2-1. Kegembiraan tim pun sempat meningkat, menandakan momen awal yang positif bagi sang pemain muda.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Sepuluh menit kemudian, Shaqueel mendarat dengan posisi kaki yang tidak wajar, menyebabkan cedera lutut serius. Ia harus ditandu keluar lapangan, sementara Robin van Persie menyaksikan kejadian itu dengan perasaan hancur di pinggir lapangan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Cedera Parah Shaqueel Van Persie Menyayat Hati

Usai pertandingan, Robin van Persie memberikan pernyataan emosional terkait cedera putranya. Ia mengakui bahwa tanda-tanda awal cedera terlihat buruk dan membuatnya khawatir. “Kelihatannya tidak baik. Kami masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut, tetapi indikasinya memang tidak positif,” ujar Van Persie.

Sebagai legenda sepak bola sekaligus ayah, Van Persie menegaskan bahwa cedera selalu menegangkan, namun kali ini terasa jauh lebih berat karena menimpa darah dagingnya sendiri. Ia menyebut pengalaman itu benar-benar “menyayat hati”.

Momen ini menunjukkan sisi manusiawi dari dunia sepak bola, di mana seorang pelatih dan ayah harus menahan campur aduk emosi saat melihat anaknya menderita. Van Persie mengakui sulit memisahkan perannya sebagai ayah dan pelatih di saat genting itu.

Baca Juga: Musim Penentuan Arsenal Antara Juara atau Terpeleset Lagi

Antara Peran Pelatih dan Ayah

Malam Menyayat Hati Robin van Persie Saksikan Putranya Cedera Parah

Di pinggir lapangan, konflik emosional Van Persie begitu terasa. Ia harus mengendalikan dirinya sebagai pelatih Feyenoord sambil menahan rasa cemas sebagai seorang ayah. “Saya memang pelatih, tetapi saya juga ayahnya. Ini terasa mengerikan,” ungkap Van Persie.

Cedera Shaqueel datang pada momentum terbaiknya. Pemain muda berusia 19 tahun itu baru menjalani debut senior bersama Feyenoord musim ini dan mulai mencuri perhatian publik sepak bola Belanda. Performanya menjanjikan masa depan cerah sebelum insiden yang menimpa lututnya.

Situasi ini menimbulkan ketegangan emosional ganda bagi Van Persie, yang harus menghadapi kekhawatiran tentang kondisi putranya sekaligus kekalahan timnya dari Real Betis. Malam itu menjadi pengalaman yang sangat berat bagi legenda Belanda tersebut.

Masa Depan Shaqueel Van Persie Terancam

Shaqueel sebelumnya sempat mencuri perhatian dengan gol-gol spektakulernya di Liga Belanda, termasuk dua gol brilian dalam kekalahan 3-4 dari Sparta Rotterdam. Gayanya yang flamboyan mengingatkan publik pada era emas karier ayahnya.

Kini, masa depan pemain muda ini harus tertahan oleh cedera yang berpotensi serius. Feyenoord dan penggemar berharap diagnosis akhir tidak seburuk dugaan awal, namun kekhawatiran tetap menyelimuti. Cedera ini juga memberi dampak besar terhadap perjalanan tim di Liga Europa, yang harus menerima tersingkir dari kompetisi Eropa.

Robin van Persie pun harus menghadapi kenyataan pahit dalam satu malam: kekalahan tim dan cedera parah sang putra. Momen ini menjadi pengingat bahwa dunia sepak bola tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga perjuangan emosional yang menyertai setiap pertandingan. Jangan lupa ikuti footballroar.com untuk mengetahui informasi berita bola menarik lainnya.