Tottenham Hotspur kini berada di sorotan setelah dituduh melakukan penyuntingan selektif pada notulen rapat penggemar yang berlangsung awal Februari. Dalam rapat tersebut, perwakilan dewan direksi, termasuk Vinai Venkatesham, bertemu dengan Tottenham Hotspur Supporters’ Trust (THST). THST mengklaim beberapa kalimat penting, seperti “klub menyambut baik masukan dari THST”, dihapus dari versi final yang diterbitkan.

Selain itu, THST menyoroti bahwa kekhawatiran penggemar mengenai risiko degradasi dari Liga Premier, kurangnya pemain muda berbakat, dan target spesifik di lapangan juga tidak dimasukkan dalam catatan resmi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan komitmen klub terhadap keterbukaan kepada para pendukung. Menurut THST, publikasi catatan lengkap seharusnya membantu anggota dan penggemar memahami bagaimana klub menangani masukan mereka.
Situasi ini memicu ketegangan antara klub dan pendukung, terutama karena rapat tersebut digelar hanya beberapa hari sebelum pemecatan Thomas Frank sebagai pelatih kepala. THST menekankan bahwa publikasi notulen yang jujur dan lengkap adalah bagian penting dari akuntabilitas klub kepada para penggemar.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Respons dan Klarifikasi Klub
Tottenham Hotspur sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait tuduhan ini. Namun, sumber dekat klub menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menyunting notulen, dan pihak klub hanya berusaha menyusun catatan faktual mengenai hal-hal yang dibahas. Meskipun demikian, ketidakjelasan ini tetap menimbulkan keraguan di kalangan penggemar.
Dewan direksi Spurs harus menyeimbangkan kebutuhan transparansi dengan strategi internal mereka, terutama dalam situasi sulit di Liga Premier. Posisi klub yang saat ini berada di peringkat ke-16 dengan 12 pertandingan tersisa dan hanya lima poin di atas zona degradasi membuat setiap keputusan manajemen menjadi sorotan.
Baca Juga: Igor Tudor Ditunjuk Selamatkan Tottenham Hotspur dari Zona Degradasi
Dampak terhadap Hubungan dengan Penggemar

THST menekankan bahwa kurangnya transparansi dapat merusak kepercayaan yang sebelumnya dibangun dari keberhasilan Spurs di Liga Europa musim lalu. Poin-poin strategis terkait pemain muda, keuntungan finansial, dan target lapangan dianggap vital oleh penggemar untuk memahami arah klub.
Menurut THST, mempublikasikan catatan lengkap bukan hanya soal formalitas, tetapi juga wujud akuntabilitas klub terhadap basis penggemar yang luas. Mereka menuntut klub agar bersikap lebih terbuka dan melibatkan pendukung dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada performa tim dan masa depan klub.
Tantangan Spurs di Liga Premier
Selain isu internal, Tottenham menghadapi tekanan besar di lapangan. Dengan Igor Tudor yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala hingga akhir musim. Lalu tim harus bangkit dari posisi ke-16 untuk menghindari degradasi.
Situasi di lapangan dan ketidakjelasan dalam komunikasi dengan penggemar menunjukkan bahwa Spurs berada pada masa transisi yang kritis. Klub perlu membuktikan kemampuan mereka mengelola performa tim sekaligus membangun kepercayaan dengan basis penggemar agar tetap solid di tengah tekanan kompetitif Liga Premier. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballroar.com.
