Manchester United kini tengah berburu manajer permanen baru untuk menggantikan Michael Carrick. Dibawah ini akan ada penjelasan sepak bola menarik lainnya di FOOTBALL ROAR.

Setan Merah ingin menunjuk pelatih tetap sebelum musim depan dimulai. Posisi ini penting untuk memastikan stabilitas tim dan persiapan menghadapi kompetisi mendatang. Sejumlah nama sudah dikaitkan dengan kursi panas ini, termasuk mantan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate.
Rumor tentang Southgate sempat ramai di media karena reputasinya sebagai pelatih yang sukses dan berpengalaman. Namun menurut pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, peluang Southgate menjadi manajer permanen MU masih kecil. Saat ini klub lebih fokus pada kandidat lain yang dianggap lebih sesuai dengan rencana jangka panjang Setan Merah.
Southgate Masih Jadi Incaran Lama
Meskipun kansnya kecil, wajar jika nama Gareth Southgate masuk bursa manajer MU. Ia sudah lama menjadi incaran sejumlah pihak, termasuk Sir Jim Ratcliffe yang pernah memproyeksikannya menggantikan Erik Ten Hag.
Southgate menolak saat itu karena baru berpisah dengan Timnas Inggris. Namun hubungannya dengan Sir Jim Ratcliffe tetap baik, dan saat ini ia ingin kembali melatih, sehingga peluangnya tetap ada di masa depan.
Bagi Manchester United, Southgate menawarkan pengalaman dan reputasi yang kuat. Namun keputusan untuk menunjuk manajer baru tidak hanya soal nama besar, tetapi juga kecocokan dengan strategi jangka panjang klub.
Baca Juga: Matheus Cunha Bicara Mental MU di Pertandingan Keras Elland Road
MU Fokus ke Kandidat Lain

Menurut Romano, saat ini Manchester United lebih memprioritaskan manajer lain. Dua nama yang sangat direkomendasikan adalah Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino. Kedua pelatih ini dianggap cocok dengan visi klub oleh direktur olahraga MU.
Hal ini membuat Southgate berada di posisi belakang dalam bursa manajer baru. Meskipun rumor tentang dirinya tetap muncul, peluang untuk ditunjuk sebagai manajer permanen dalam waktu dekat masih tipis.
Keputusan klub ini menunjukkan bahwa MU sedang menilai dengan hati-hati pelatih yang akan membawa tim ke arah yang stabil. Fokus mereka lebih pada strategi jangka panjang daripada sekadar nama populer.
Carrick Jadi Solusi Sementara
Sementara itu, Manchester United memutuskan untuk menggunakan jasa pelatih caretaker hingga akhir musim. Michael Carrick ditunjuk untuk menangani tim sampai musim ini selesai. Carrick bertugas menjaga kestabilan tim, memastikan performa pemain tetap konsisten, dan mempersiapkan tim menghadapi transisi manajer permanen di musim depan.
Peran ini penting agar tim tetap fokus meskipun ada ketidakpastian manajerial. Dengan sistem caretaker, MU dapat mengamati calon manajer permanen tanpa terburu-buru. Keputusan ini memungkinkan klub menilai opsi yang paling tepat, termasuk apakah nantinya Southgate memiliki kesempatan kembali muncul sebagai kandidat utama. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballroar.com.