Leicester City kembali merasakan kekalahan di kompetisi Championship setelah ditaklukkan Norwich dengan skor 2-0. Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun saat bermain di kandang, sekaligus menghentikan catatan tak terkalahkan Gary Rowett sejak menjabat sebagai manajer. Mantan pelatih kepala Enzo Maresca hanya bisa menyaksikan dari tribun, melihat tim yang pernah ia pimpin tampil tidak optimal.

Permainan Leicester terlihat cukup menjanjikan di awal, dengan Ricardo Pereira hampir memberikan umpan terobosan kepada Bobby De Cordova-Reid, namun gagal mencapai sasaran. Tendangan melengkung Harry Winks juga hampir mengecoh kiper Norwich, Vladan Kovacevic, setelah aksi lincah Abdul Fatawu. Namun, dominasi bola mulai berpindah ke tim tamu seiring berjalannya babak pertama.
Norwich memanfaatkan sisi kiri lini belakang Leicester yang goyah, melalui aksi Paris Maghoma dan Ben Chrisene. Upaya Mathias Kvistgaarden yang menyambut sepak pojok hampir membuka skor, namun bola masih melebar. Meski beberapa peluang tercipta, babak pertama berakhir tanpa gol untuk kedua tim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Peluang Leicester Tersia-sia
Leicester gagal memaksimalkan peluang di babak kedua. Umpan-umpan akhir yang kurang akurat membuat serangan mereka kerap terhenti. Divine Mukasa bahkan sempat menyambut lemparan jauh Luke Thomas di kotak enam yard, tetapi tak ada rekan yang mengikuti, sehingga peluang hilang. Kondisi ini memperlihatkan kurangnya koordinasi dan efektivitas serangan tim.
Philippe Clement dari Norwich berhasil menahan serangan Leicester dengan baik. Tim tamu terus mengancam melalui sisi kiri pertahanan Leicester, memanfaatkan celah yang terbuka akibat lini belakang tim tuan rumah yang tidak kompak. Beberapa peluang sempat digagalkan oleh kiper Jakub Stolarczyk, termasuk tembakan berbahaya Mathias Maghoma.
Kekhawatiran semakin bertambah bagi Rowett, yang mengakui bahwa timnya belum menunjukkan kerja keras dan kekuatan fisik yang cukup untuk menekan Norwich. “Harus ada unsur fisik dalam pertandingan agar bisa memenangkannya. Hari ini kami sedikit kurang dalam hal fisik dan kemampuan atletik,” ujarnya.
Baca Juga: Tottenham Dituduh Mengedit Notulen Rapat, Fans Desak Transparansi
Gol Penentu dari Anis Ben Slimane dan Ali Ahmed

Masuknya Anis Ben Slimane di babak kedua menjadi titik balik. Hanya enam menit setelah masuk, Slimane memaksimalkan kerja sama dengan Sam Field untuk menembakkan bola ke sudut kiri bawah gawang. Gol ini memperpanjang catatan tanpa clean sheet Leicester menjadi 29 pertandingan, menambah tekanan bagi tim tuan rumah.
Gol kedua datang sembilan menit kemudian melalui Ali Ahmed, yang memanfaatkan tendangan bebas yang dibelokkan oleh Stolarczyk ke arah gawang. Lalu gol ini memastikan kemenangan Norwich dan semakin memperkuat peluang tim tamu untuk bertahan di Championship. Leicester pun tetap berada di posisi ketiga dari bawah klasemen, menghadapi ancaman nyata degradasi.
Tantangan Besar Bagi Gary Rowett
Gary Rowett kini dihadapkan pada tantangan berat. Timnya harus meningkatkan koordinasi, efektivitas serangan, dan kekuatan fisik agar dapat keluar dari zona degradasi. Rowett menegaskan pentingnya kerja sama tim, disiplin, dan fokus pada hal-hal mendasar dalam permainan Championship.
Meskipun memiliki pemain berkualitas, Leicester gagal memanfaatkan kemampuan tersebut karena kesalahan teknis dan kurangnya determinasi. Perbaikan segera diperlukan jika mereka ingin memperbaiki posisi di klasemen dan menghindari ancaman degradasi. Tekanan ini akan menjadi ujian bagi kemampuan Rowett dalam memimpin tim menghadapi sisa musim. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballroar.com.
