Kontroversi Program Matildas FC: Mantan Pemain Merasa Tidak Dihormati

Bagikan

Federasi Sepak Bola Australia baru-baru ini meluncurkan program keanggotaan Matildas FC, yang memicu kontroversi di kalangan mantan pemain tim nasional wanita, Matildas. Program ini menyediakan tiket gratis untuk pertandingan internasional, tetapi dengan persyaratan kode etik yang dinilai membatasi kebebasan berekspresi para mantan pemain.

Kontroversi-Program-Matildas-FC-Mantan-Pemain-Merasa-Tidak-Dihormati

Para mantan pemain, yang sebelumnya mendapatkan tiket gratis tanpa syarat apa pun. Kini harus menyetujui aturan yang melarang komentar publik yang bisa “mencemarkan nama baik Football Australia.” Jika melanggar, hak keanggotaan dapat dicabut. Hal ini dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik yang mungkin mereka sampaikan terhadap badan pengatur olahraga.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Alumni Matildas menyatakan bahwa situasi ini menempatkan mereka pada pilihan sulit: menolak bergabung dan kehilangan manfaat, atau bergabung dengan risiko menyerahkan hak untuk menyampaikan pendapat. Keduanya dianggap mengurangi kemandirian dan martabat para pemain.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kritik dan Kekhawatiran Mantan Pemain

Juru bicara Alumni Matildas menegaskan bahwa kode etik yang diterapkan pada platform Matildas FC adalah “sangat tidak menghormati” para pionir tim nasional. Mantan pemain merasa pengorbanan mereka selama bertahun-tahun tidak dihargai, terutama bagi pemain internasional “B” yang diakui secara retrospektif tetapi tidak diundang untuk menjadi anggota Matildas FC.

Sejak 1978 hingga 2004, 34 pemain menerima caps “B” karena bermain dalam pertandingan internasional. Meski prestasi mereka diakui pada 2022 dan mereka rutin menerima tiket gratis. Program baru ini mengecualikan mereka, sehingga banyak yang tidak mendapatkan tiket untuk Piala Asia Wanita di Australia.

Para mantan pemain merasa keputusan ini mengecewakan, terutama karena mereka telah membangun fondasi Matildas melalui kerja keras, pengorbanan, dan ketahanan saat masih minim pengakuan dan dukungan institusional.

Baca Juga: Rachel Daly Perpanjang Kontrak dengan Aston Villa hingga 2027

Penjelasan Football Australia

Penjelasan-Football-Australia

Football Australia membela program Matildas FC, menyebut kode etik sebagai “ekspektasi dasar” bagi anggota. Mereka menekankan bahwa program ini sebanding dengan keanggotaan serupa di organisasi lain. LAlu juga menyediakan saluran resmi untuk menyampaikan kekhawatiran atau umpan balik.

Juru bicara federasi menegaskan bahwa hanya pemain internasional “A” yang diundang menjadi anggota. Status keanggotaan ini berlaku bagi pemain yang telah bermain di pertandingan internasional “A,” sedangkan pemain internasional “B” tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Football Australia tidak memberikan klarifikasi kapan pemain “B” diberi tahu mengenai pembatasan ini, yang menimbulkan ketidakpuasan di kalangan mantan pemain.

Dampak dan Kontroversi di Piala Asia Wanita

Kebijakan ini menimbulkan ketegangan menjelang Piala Asia Wanita, yang akan digelar di Australia. Para mantan pemain merasa diabaikan dan tidak dihargai meskipun telah menjadi pionir tim nasional.

Beberapa pemain internasional “B” telah memesan tiket dan akomodasi untuk pertandingan. Namun juga harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak mendapatkan hak yang sama seperti pemain “A.” Hal ini dipandang tidak konsisten dan merugikan moral para pionir Matildas.

Kontroversi ini menjadi peringatan tentang pentingnya menghormati kontribusi masa lalu. Lalu juga memastikan bahwa pengembangan program baru tidak mengorbankan martabat dan pengakuan bagi para pelopor tim nasional. Simak terus pembahasan sepak bola perempuan terupdate lainnya hanya di footballroar.com.