Pep Guardiola menolak anggapan bahwa Arsenal tidak layak menjadi juara Premier League hanya karena ketergantungan mereka pada gol dari bola mati. Pelatih Manchester City itu menegaskan bahwa setiap tim berhak menggunakan taktik yang mereka anggap efektif untuk memenangkan gelar.

Arsenal, asuhan Mikel Arteta, memang unggul dalam situasi bola mati, dengan 24 gol yang tercipta dari tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam—jumlah tertinggi di liga musim ini. Beberapa kritik, termasuk dari Paul Scholes, menyebut pendekatan ini kurang mengesankan.
Namun Guardiola menekankan bahwa hal itu sah-sah saja. Ia menilai tim yang memanfaatkan situasi bola mati dengan baik tetap layak diakui, dan para penggemar Arsenal pun pasti bangga dengan strategi tersebut. “Mereka memiliki perasaan saat bola mati, ‘Wow, saya bisa mencetak gol.’ Semua tim ingin menciptakan situasi seperti itu,” ujarnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perbedaan Arsenal dan Manchester City
Meski berada bersaing di puncak klasemen, Arsenal dan City memiliki pendekatan berbeda terhadap bola mati. City hanya mencetak sembilan gol dari situasi tersebut musim ini, sementara Arsenal mencatat 24 gol. Dari segi persentase, City menghasilkan 84,2% gol dari permainan terbuka, dibanding Arsenal 58,6%.
Guardiola menyadari pentingnya gol dari bola mati musim ini. Ia menilai setiap tim kini harus lebih waspada dengan tendangan sudut, tendangan bebas, dan bola kedua, karena situasi itu bisa menciptakan peluang berbahaya.
Namun ia menekankan bahwa City tetap fokus pada mencetak gol melalui permainan terbuka. “Bagus. Kami bergerak ke arah itu. Saya lebih memperhatikan bola mati sekarang dibanding saat memulai karier di Barcelona,” ungkapnya.
Baca Juga: Leicester City Kembali Menelan Kekalahan, Ancaman Degradasi Semakin Nyata
Filosofi Guardiola: Hasil Lebih Penting dari Cara

Guardiola menegaskan bahwa yang terpenting adalah mencetak gol, bukan bagaimana cara mencetaknya. Ia menolak fokus berlebihan pada estetika permainan jika itu tidak menghasilkan gol.
“Yang terpenting adalah mencetak gol. Saya tidak pernah membuat rencana untuk menjadi cantik. Tidak, tidak, tidak. Itu bisnis, Anda harus mencetak gol dan bagaimana Anda melakukannya, itu tidak penting,” kata Guardiola.
Bagi Guardiola, gol dari bola mati sama berharganya dengan gol dari permainan terbuka. Selama tim mampu mencetak gol, metode apapun bisa diterima, termasuk strategi khas Arsenal yang memanfaatkan setiap tendangan bebas atau sepak pojok.
Tantangan Premier League Musim Ini
Musim ini, Arsenal unggul lima poin dari City di puncak klasemen, tetapi Guardiola yakin persaingan masih ketat. Ia mengakui pentingnya memperhatikan detail seperti bola mati, namun tetap menekankan bahwa fokus utama adalah hasil di lapangan.
“Setiap tendangan sudut atau tendangan bebas bisa menciptakan kekacauan di kotak, jadi jelas Anda harus memperhatikannya,” ujarnya. Dengan pandangan ini, Guardiola menghormati kerja keras Arsenal sambil menegaskan bahwa kemenangan di Premier League datang dari efektivitas, bukan hanya gaya permainan. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballroar.com.
