Manajer Marseille, Roberto De Zerbi, secara resmi menginformasikan kepada Adrien Rabiot dan Jonathan Rowe bahwa mereka tidak akan lagi diperhitungkan dalam skuad tim utama. FOOTBALL ROAR, akan membahas informasi menarik mengenai sepak bola hari ini, simak pembahasan ini.
Keputusan tegas ini diambil menyusul insiden pertengkaran fisik antara kedua pemain di ruang ganti. Insiden tidak terpuji tersebut terjadi setelah Marseille mengalami kekalahan dari Rennes pada laga pembuka musim Liga Prancis.
Klub mengonfirmasi status kedua pemain pada hari Selasa, menyatakan bahwa mereka telah dimasukkan dalam daftar transfer. Marseille memberikan batas waktu hingga tanggal 1 September bagi Rabiot dan Rowe untuk menemukan klub baru. Pernyataan resmi klub menegaskan bahwa keputusan ini diambil akibat perilaku yang tidak dapat diterima dan telah disetujui oleh seluruh staf teknis, sesuai dengan kode etik internal yang berlaku.
Komunikasi mengenai pemecatan ini telah disampaikan secara langsung kepada para pemain yang bersangkutan pada hari Senin. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk menegakkan disiplin dan tidak mentolerir tindakan yang dapat merusak integritas serta keharmonisan dalam tim, terlepas dari nama besar dan kontribusi pemain sebelumnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Penyebab dan Kronologi Insiden
Sumber internal klub mengungkapkan bahwa suasana di ruang ganti memanas pasca-kekalahan dari Rennes, sebuah laga di mana Marseille sempat bermain dengan keunggulan jumlah pemain selama satu jam. Kekecewaan atas hasil pertandingan memicu ketegangan yang berujung pada konflik verbal antara Rabiot dan Rowe di hadapan seluruh anggota skuad.
Adrien Rabiot disebutkan menuduh Jonathan Rowe menunjukkan komitmen dan dedikasi yang kurang selama pertandingan berlangsung. Tuduhan ini kemudian memicu saling hina antara kedua pemain, yang dengan cepat meningkat menjadi perkelahian fisik. Insiden ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh klub.
Lebih jauh, sumber yang sama menyebutkan bahwa De Zerbi sebenarnya telah merasa frustrasi dengan sikap Rabiot selama masa pramusim. Manajer asal Italia tersebut meyakini bahwa gelandang internasional Prancis itu tidak menunjukkan investasi dan kesungguhan yang memadai, meskipun statusnya sebagai pemain terbaik dan berpenghasilan tertinggi di skuad musim lalu.
Baca Juga: Wrexham Diabaikan di Penghargaan PFA Meskipun Promosi Berturut-Turut
Prospek Klub Baru bagi Rabiot
Dengan kontrak yang tersisa satu tahun, Adrien Rabiot kini harus segera mencari tempat berlabuh yang baru. Situasi ini telah menarik minat dari beberapa raksasa sepak bola Italia, termasuk mantan klubnya, Juventus, dan juga Inter Milan. Kedua klub tersebut dikabarkan sedang memantau perkembangan situasi dengan sangat serius.
Tidak hanya di Italia, pasar bursa transfer Liga Premier Inggris juga dikabarkan menunjukkan ketertarikan terhadap jasa gelandang berusia 30 tahun tersebut. Beberapa klub top dipercaya sedang mempertimbangkan untuk merekrut Rabiot, yang memiliki pengalaman luas di level internasional bersama timnas Prancis, dengan status bebas transfer yang potensial.
Keputusan Marseille untuk melepas Rabiot merupakan sebuah langkah berani mengingat kualitas dan pengalaman yang dimiliki pemain tersebut. Namun, prinsip manajemen yang baru lebih mementingkan kedisiplinan dan karakter pemain. Ini menunjukkan bahwa tidak ada individu yang lebih besar dari nama klub itu sendiri.
Prospek Klub Baru bagi Rowe
Berbeda dengan Rabiot, Jonathan Rowe adalah pemain muda berusia 22 tahun yang baru bergabung dengan Marseille dari Norwich City setahun yang lalu. Meskipun menjadi starter dalam pertandingan kontra Rennes, nasibnya harus sama dengan rekan setimnya. Agennya kini telah aktif menawarkan jasanya ke berbagai klub yang potensial.
Liga Championship Inggris menjadi liga yang paling mungkin menjadi tujuan berikutnya bagi pemain sayap internasional Inggris U-21 tersebut. Dua klub yang disebut-sebut memiliki opsi untuk merekrut Rowe adalah Sunderland dan Leeds United. Kedua klub tersebut dikenal sebagai batu loncatan yang baik bagi pemain muda untuk berkembang.
Kepindahan Rowe dari Marseille setelah hanya satu musim menjadi catatan yang kurang baik dalam karier mudanya. Namun, insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih menjaga profesionalisme di tingkat yang lebih tinggi.
Kemampuannya yang masih menjanjikan membuatnya tetap memiliki nilai jual di pasar transfer. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi mengenai berita sepak bola terbaru lainnya hanya dengan klik footballroar.com.