Real Madrid memulai era baru di bawah Alvaro Arbeloa dengan hasil mengecewakan. Kekalahan 2-3 dari Albacete membuat Los Blancos tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey. Dibawah ini akan ada penjelasan sepak bola menarik lainnya di FOOTBALL ROAR.

Laga ini menjadi pertandingan perdana Arbeloa sebagai pelatih tim utama. Arbeloa baru sehari menangani skuad setelah dipromosikan menyusul pemecatan Xabi Alonso. Meski hasilnya buruk, laga ini memberikan gambaran awal arah permainan yang ingin diterapkan pelatih baru. Keputusan personalia pun mulai terlihat sejak pertandingan tersebut.
Banyak pihak memperhatikan bagaimana Arbeloa mulai menata tim dan memberikan sinyal terkait siapa pemain yang akan menjadi pilihan utama. Salah satu fokus utama ada pada lini tengah, yang menjadi sorotan karena beberapa pemain senior tampak tersisih.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Ceballos Tidak Masuk Rencana
Real Madrid dikabarkan tidak akan mengandalkan Dani Ceballos di bawah kepemimpinan Arbeloa. Gelandang berusia 29 tahun itu tampaknya bukan prioritas pelatih baru. Dalam laga melawan Albacete, Arbeloa bahkan tidak memberinya kesempatan bermain.
Pelatih lebih memilih memaksimalkan pemain akademi seperti Jorge Cestero sebagai starter. Dari bangku cadangan, ia memanggil Cesar Palacios dan Manuel Angel, sementara Ceballos tetap duduk di bangku cadangan. Keputusan ini menegaskan bahwa sang gelandang senior bukan bagian dari rencana utama Arbeloa.
Situasi ini menunjukkan perubahan strategi dan fokus Arbeloa untuk memberikan peluang pada pemain muda. Keputusan tersebut juga menjadi pesan jelas kepada seluruh pemain terkait siapa yang menjadi prioritas di tim utama.
Baca Juga: Rumor Gareth Southgate dan Masa Depan Manchester United
Isyarat dari Pertandingan Perdana

Keputusan Arbeloa meninggalkan Ceballos di bangku cadangan bukan kebetulan. Ini dianggap sebagai pesan tegas bahwa gelandang senior tersebut tidak akan menjadi pilihan utama dalam skuad. Posisinya saat ini berada di belakang pemain seperti Jude Bellingham, Arda Guler, Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, dan Eduardo Camavinga.
Selain itu, laporan menyebut bahwa Arbeloa sempat menegur Ceballos secara terbuka dalam sesi latihan awal di Valdebebas. Hal ini semakin menegaskan posisi gelandang Spanyol yang sulit bersaing di tim utama.
Situasi ini sekaligus memberikan gambaran tentang pendekatan Arbeloa yang lebih fokus pada regenerasi pemain dan memberi kepercayaan pada pemain muda. Keputusan ini bisa menjadi titik awal bagi perubahan struktur tim Madrid di masa depan.
Situasi yang Berulang bagi Ceballos
Kondisi ini sebenarnya bukan hal baru bagi Ceballos. Pada era Xabi Alonso, ia juga jarang mendapat menit bermain secara reguler. Sepanjang kepemimpinan Alonso, Ceballos hanya tampil dalam 17 dari 33 pertandingan dengan total 666 menit, dan hanya sekali bermain penuh.
Musim panas lalu, Ceballos hampir hengkang dengan status pinjaman ke Olympique de Marseille, namun transfer itu gagal. Kini, dengan Arbeloa di pucuk pimpinan, masa depan gelandang ini kembali dipertanyakan.
Keputusan Arbeloa menyingkirkan Ceballos menunjukkan bahwa pemain senior perlu mempertimbangkan langkah baru, apakah bertahan di Madrid atau mencari peluang di klub lain. Masa depan Ceballos pun masih menjadi sorotan bagi penggemar dan media. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballroar.com.
