Barcelona kembali menjadi sorotan setelah hasil kurang memuaskan di Liga Champions melawan Atletico Madrid. Kekalahan tersebut memicu kritik dari fans dan pengamat yang menilai bahwa tim membutuhkan evaluasi besar di beberapa sektor.
Meski masih bersaing di La Liga, tekanan terhadap performa skuad terus meningkat. Banyak yang menilai Barcelona perlu melakukan perombakan untuk menjaga daya saing di level tertinggi Eropa.
Di tengah berbagai rencana perubahan itu, ada satu pemain yang justru dianggap tidak boleh tersentuh. Jules Kounde menjadi sosok yang paling sering disebut sebagai pemain yang wajib dipertahankan.
Perjalanan Karier Kounde Menuju Bek Elite Eropa
Jules Kounde memulai karier profesionalnya bersama Bordeaux setelah berkembang dari akademi klub tersebut. Performa impresifnya membuat banyak klub besar Eropa mulai melirik potensinya sebagai bek muda berbakat.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Sevilla kemudian menjadi klub yang berhasil mengamankan jasanya. Di sana, Kounde berkembang pesat dan menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim meraih gelar Liga Europa musim 2019–20.
Barcelona kemudian merekrutnya dengan biaya besar karena melihatnya sebagai bek modern yang komplet. Sejak saat itu, Kounde terus menunjukkan konsistensi performa dan berkembang menjadi salah satu bek terbaik di Eropa.
Baca Juga:Â Kevin Diks Bangga Debut Sebagai Kapten Borussia Monchengladbach
Peran Vital dalam Sistem Permainan Barcelona
Di Barcelona, Kounde awalnya dimainkan sebagai bek tengah, namun kemudian lebih sering ditempatkan sebagai bek kanan. Perubahan posisi ini justru membuatnya semakin berpengaruh dalam permainan tim.
Di bawah Hansi Flick, Kounde tidak hanya fokus bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan dari sisi kanan. Perannya sangat penting dalam mendukung pergerakan Lamine Yamal agar lebih leluasa menyerang. Secara statistik, Kounde mencatat rata-rata 58,3 operan akurat per laga di Liga Champions dengan akurasi 92 persen.
Ia juga membukukan 2,1 tekel dan 1,2 intersepsi per 90 menit, menunjukkan kontribusi besar dalam bertahan. Sejak bergabung pada 2022, ia sudah tampil dalam 183 pertandingan dan hanya absen 26 kali. Catatan ini menjadikannya salah satu pemain paling konsisten dan paling bugar di skuad Barcelona saat ini.
Alasan Barcelona Wajib Mempertahankan Kounde
Di tengah rencana perombakan skuad, Kounde dianggap sebagai pemain yang tidak boleh dilepas. Usianya yang masih 27 tahun menempatkannya di puncak performa sebagai seorang bek profesional. Ia menawarkan kombinasi langka berupa konsistensi, fleksibilitas posisi, dan kebugaran tinggi.
Hal ini sangat penting bagi Barcelona yang kerap menghadapi masalah cedera dalam beberapa musim terakhir. Banyak pemain bertahan lain di skuad yang mengalami inkonsistensi atau cedera berkepanjangan, sementara Kounde tetap stabil di hampir setiap pertandingan. Kondisi ini membuatnya dijuluki sebagai “iron man” Barcelona.
Jika Barcelona ingin membangun stabilitas jangka panjang, mempertahankan Kounde adalah keputusan yang sangat penting. Kehilangannya akan meninggalkan celah besar di lini pertahanan yang sulit digantikan dalam waktu singkat. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballroar.com.